Ditulis oleh Yoky Edy Saputra pada 20-08-2009
Sejalan
dengan semakin berkembang pesatnya industri-industri dunia dewasa ini,
manusia sebagai penghuni bumi, harus bersikap ekstra hati-hati terhadap
dampak yang ditimbulkannya.Terkadang permasalahan berkembang pesatnya industri dunia ini dianggap sebagai persoalan yang sepele dan hanya dibicarakan oleh kalangan tertentu saja serta jarang diperbincangkan, terutama sosialisasi kepada masyarakat luas. Masalah lingkungan ini hanya hangat dan ramai dibicarakan kalangan akademisi atau orang yang berkepentingan saja. Padahal, semua manusia bertanggung jawab memikirkan masalah kemaslahatan lingkungan guna kelangsunan hidupnya di masa mendatang.
Diakui, manusia yang hidup dimasa sekarang belum begitu merasakan efek dari semua ini. Lantas bagaimana dengan nasib anak cucu manusia di masa mendatang ?
Euforia pasca revolusi industri terkesan ’mem-babi buta’ tanpa memperhitungkan dampak yang akan terjadi dimasa mendatang. Hal ini diperparah lagi dengan sedikitnya kalangan yang peduli dan mau memperhatikan masalah ingkungan. Sedikit sekali industri yang benar-benar terbuka dan mempunyai program ramah lingkungan serta sistem pembuangan gas yang baik. Ditambah lagi dengan kondisi masyarakat yang masih awam dan tidak mau tau dengan masalah yang seperti ini.
Meningkatnya kadar karbondioksida diudara merupakan permasalahan yang sangat serius dan mesti diperhatikan sejak dari sekarang. Jika hal ini dibiarkan berlarut, justru akan mengancam kehidupan makhluk hidup. Meningkatnya kadar karbondioksida di atmosfer dapat menyebabkan terjadinya efek rumah kaca (green house effect) atau lebih dikenal dengan pemanasan global suhu bumi.
Pada dasarnya, karbondioksida tidak berbahaya bagi manusia. Namun, kenaikan kadar karbondioksida diudara dapat mengakibatkan peningkatansuhu permukaan bumi. Efek rumah kaca terjadi dikarenakan karbondioksida yang ada di atmosfer melebihi ambang batas. Gas karbondioksida dapat dilewati oleh semua sinar/cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Akan tetapi ketika memantul dipermukaan bumi dan kembali keatmosfer, sinar tertentu akan tertahan dan terperangkap kemudian dipantulkan lagi ke bumi. Fenomena ini persis seperti sebuah rumah yang terbuat dari kaca, dimana suhu didalamnya sangat panas.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar karbondioksida diudara, diantaranya :
Pertama, aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan adanya industri yang menggunakan bahan bakar yang terbuat dari batu bara, minyak bumi dan gas alam dalam skala yang besar. Batu bara terdiri atas sebagian besar karbon, yang apabila dibakar kan bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbondioksida. Gas alam dan minyak bumi termasuk golongan hidrokarbon, yang jika dibakar akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Perlu perhatian khusus dari dunia industri agar mempunyai sistem pembuangan gas buangan maupun limbah yang baik dan tidak mencemari lingkungan.
Sekedar perbandingan, pada tahun 1860, kadar karbondioksida dunia asih rendah yaitu hanya 280 ppm. Akibat banyaknya pembakaran batu bara, minyak bumi dan gas alam oleh industri, pada tahun 1960 kadar karbondioksida diudara meningkat hingga 315 ppm. Akhir-akhir ini diperkirakan terjadi peningkatan kadar karbondioksida di atmosfer sebesar 1 ppm per tahun (http:/cdiac.esd.ornl.gov/).
Kedua, tidak teratur dan tingginya pertumbuhan penduduk. Meskipun kecil, pertambahan penduduk yang drastis dapat memicu meningkatnya kadar karbondioksida di udara.
Ketiga, pembabatan pohon-pohon dihutan yang tidak ada upaya penanaman kembali yang seimbang. Tumbuh-tumbuhan berperan sebagai penetralisir karbondioksida.
Keempat, meningkatnya pemakaian kendraan bermotor. Bahan bakar minyak bumi yang dikonsumsi oleh kendraan bermotor akan menghasilkan gas buangan yang menambah kadar karbondioksida diudara. Semakin banyak jumlah kendraan bermotor yang berbahan bakar hidrokarbon, maka kadar karbondioksida di udara akan meningkat.
Dampak yang ditimbulkan
Efek rumah kaca dapat mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es didaerah kutub. Hal akan berakibat naiknya permukaan laut yang dapat mengancam pemukiman penduduk disepanjang pantai. Naiknya permukaan air laut dapat mengakibatkan erosi disekitar wilayah pesisir pantai, kerusakan hutan bakau dan terumbu karang, berkurangnya intensitas cahaya didasar laut, serta naiknya tinggi gelombang air laut.
Disamping itu efek rumahkaca mengakibatkan terganggunya keseimbangan biologis di laut sehingga dapat meningkatkan jumlah ganggang di lautan. Beberapa jenis ganggang ini ada yang dapat mengeluarkan racun yangmembahayakankehidupan lautdan meracuni manusia yang memakan hasil laut.
Efek rumah kaca juga akan meningkatkan suhu bumi sekitar 1o – 5 o C. Hal iniakan mengganggu ekosistem dan lingkungan.
Upaya Penanggulangan
Untuk kendraan bermotor, perlu digunakan alat penyaring khusus gas buangan pada bagian knalpot (tempat keluar gas buangan) yang dapatmenetralisirdan mengurangi dampak negatif gas buangan tersebut. Bisa juga dengan mengganti bahan bakar dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, seperti tenaga surya (matahari) atau biodisel. Perlu dikeluarkan regulasi tentang usia kendraan bermotor yang boleh beroperasi agar tidak menimbulkan pencemaran.
Untuk skala industri, perlu dibuat sistem pembuangan dan daur ulang gas buangan yang baik. Saluran buangan perlu diperhatikan, kearah mana akan dibuang dan haruslah memperhatikan lingkungan sekitar.
Reboisasi lahan yang gundul merupakan salah satu langkah untuk menahan laju karbondioksida yang berlebih diudara. Termasuk penanaman pohon-pohon disepanjang jalan raya yang dapat menetralisir pencemaran udara disepanjang jalan raya.

Suatu
studi baru dari para peneliti Harvard School of Public Health (HSPH)
menemukan bahwa partisipan yang meminum air selama seminggu dari botol
polikarbonat – botol minuman dan botol bayi dari plastik sangat keras
yang sangat terkenal – menunjukkan bahwa dua pertiga chemical bisphenol A
(BPA) naik pada air seni mereka. Ekspose terhadap BPA, digunakan pada
pabrikan polikarbonat dan plastik lainnya, telah menunjukkan campur
tangan dalam pengembangan reproduktif pada hewan dan telah terkait
dengan penyakit cardiovascular dan diabetes pada manusia.
Pencemaran
udara berkaitan dengan sepuluh dari ratusan penyebab kematian setiap
tahunnya. Namun, saat para ilmuwan melakukan studi toxicology di
laboratorium untuk menentukan beberapa polutan, beberapa yang paling
buruk seringkali tidak terjangkau, kata peneliti pada Universitas North
Carolina di Chapel Hill.

Disamping memperkirakan sasaran pada resistensi antibiotic yang menahan, suatu studi di Eropa menyatakan bahwa resistensi kemungkinan akan tetap naik di lingkungan hidup (Environ. Sci. Technol.,
EPA sedang mengusulkan
untuk memperketat standard kualitas udara nasional bagi tingkat dasar
lapisan ozone, suatu langkah yang akan berdampak besar bagi
perindustrian sementara itu akan memberikan keuntungan di bidang
kesehatan terbesar bagi warga Negara Amerika.
Suatu
proses terintegrasi untuk menghasilkan energi dari pembakaran metan
tanpa menghasilkan limbah karbon dioksida telah diajukan oleh para
ilmuwan Inggris.
Suatu
proses yag dapat membersihan air limbah dan juga dapat menghasilkan
sumber listrik dapat diterapkan untuk mengurangi 90 persen garam yang
terkandung dalam suatu larutan atau air laut, hal ini dinyatakan oleh
tim peneliti internasional dari China dan Amerika.
Dewasa
ini sangat banyak kegiatan manusia yang menyebabkan polusi udara, tanah
dan air, yang disebabkan oleh limbah pabrik, industri, asap kendaraan,
dan banyak lagi. Salah satu contoh adalah semakin banyak karbon dioksida
memasuki atmosfer bumi, maka karbondioksida yang kita hasilkan
sehari-hari dapat menyebabkan hujan asam dan juga meningkatkan kadar
keasaman laut menjadi lebih asam. Pada kenyataannya, peningkatan
keasaman telah disalahkan untuk segala sesuatu dari membunuh karang yang
membantu ganggang dan bahkan membantu ukuran kekuatan tulang telinga
ikan. Tapi perubahan kimia laut juga dapat mengubah penyerapan bunyi
dalam ekosistem laut, menurut Koran yang diterbitkan secara online hari
minggu dalam laporan natrure geoscience ( Scientific American
is part of Nature Publishing Group),bahwa perubahan kimia laut yang
membuat lebih banyak keributan untuk binatang-binatang yang bergantung
pada bunyi untuk menelusuri kedalaman air.








