Minggu, 20 Januari 2013

Kalium Dikromat (K2Cr2O7)


Nama produk : Potassium Dichromate GR for analysis ACS, ISO, Reag. Ph Eur

Simbol Bahaya :

Nama lain Asam Sulfat : Kalium Bichromat Calium Bichromate Potassium Dichromate

Bichromate De Potassium Bichromas Kalicus

Bichromate of Potash Red Potassium Chromate

Chromic Acid Dipotassium Salt

Informasi Bahan Singkat :

Kalium Dikromat merupakan oksidator kuat dan berbahaya, Hablur berwarna merah jingga beracun, dalam air panas
lebih mudah larut daripada dalam air dingin sehingga lebih mudah menghablurnya. Kalium Dikromat merupakan
pengoksid yang banyak digunakan dalam Kimia Oganik, dan dalam pembuatan Klise. Hindari kontak dengan
Kalium Dikromat karena menyebabkan iritasi pada mata, kulit , saluran pernapasan dan ginjal.

Sifat Fisika & Kimia :

*Wujud : Padat

*Warna : Oranye

*Bau : Tidak berbau

*Nilai pH- pada 100 g/l H2O : 3.57

*Titik lebur : 3980C

*Titik didih : >5000C

*Densitas 20% : 2.69 g/cm3

bagian terbesar : 1250 kg/m3

*Kelarutan Dalam Air(200C) : 130 g/l

*Penguraian Termal : ~500oC

*Berat Molekul : 294,2g/mol

Stabilitas dan Reaktivitas :

Kondisi yang harus dihindari pemanasan kuat, bahan yang harus dihindari beresiko meledak dengan iron,
magnesium, hydarazine, dan turunannya, hydroxylamine, senyawa organik yang mudah menyala. Reaksi eksotermik
dengan boron, anhydrides, zat pereduksi.

Resiko ledakan dan atau/terbentuk gas toksik terdapat pada bahan berikut : senyawa organik yang mudah menyala,
glycerol, sulfides/air, acetone, kosentrasi sulfuric acid. Produk penguraian yang berbahaya tidak ada informasi yang
tersedia

Identifikasi Bahaya : Dapat mengakibatkan kanker, mengakibatkan kerusakan genetik secara turun menurun, dapat
merusak kesuburan, dapat membahayakan janin, kontak dengan bahan yang mudah terbakar dapat mengakibatkan
kebakaran, juga berbahaya jika kontak dengan kulit, juga toksik jika tertelan, juga sangat toksik jika terhirup
mengakibatkan luka bakar, dapat menyebabkan kepekaan jika terhirup.

Tindakan Pencegahan Kebakaran :

Resiko khusus : tidak mudah menyala, efek penyulut api harus dipertimbangkan kemungkinannya ketika sejumlah
besar bahan disimpan.

Peralatan pelindung khusus untuk kebakaran : jangan berada di zona berbahaya tanpa peralatan pelindung
pernapasan. Untuk menghindari kontak dengan kulit, jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung yang sesuai.
Informasi lain, cegah air pemadam kebakaran memasuki air permukaan atau air tanah.

Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran :

Tindakan pencegahan untuk personil terkait, hindari penghirupan debu dalam semua keadaan, hindari kontak dengan
bahan, pastikan pasokan udara segar didalam ruangan tertutup.

Tindakan perlindungan lingkungan :

jangan biarkan memasuki sistem pembuangan kotoran. Prosedur pembersihan/penyerapan : ambil dalam keadaan
kering dengan hati-hati, teruskan ke pembuangan, bersihkan air yang terkena, hindari pembentukan debu.

Penanganan dan penyimpanan :

Untuk penanganan yang aman, bekerja di ruang asam jangan menghirup udara bahan

Penyimpanan, tertutup sangat rapat jauhkan dari bahan yang mudah menyala dan sumber nyala dan panas kering,
suhu penyimpanan

Informasi Toksikologi :

Toksisitas akut

LC50(penghirupan, tikus ) : 0.094 mg/l/h.

LD50(kulit, tikus) : 1170 mg/kg

LD50(oral, tikus) : 25 mg/kg

Informasi Keamanan : 22

WGK : 3 (bahan berpolusi tinggi)

Pembuatan Kalium Dikromat :

Dari larutan biang Na2CrO4 dibubuhi H2SO4 pekat sesuai stoikiometriyadan NaSO4 yang terbentuk akan
mengendap lalu dipisahkan dengan pemusingan.Kemudian larutan tersebut dibubuhi dengan KCl maka Na2Cr2O7
menjadi K2Cr2O7

Reaksi :

2Na2CrO4 + H2SO4 Na2Cr2O7 +Na2SO4 + H2O

Na2Cr2O7 + 2KCl K2Cr2O7 + 2NaCl

Penggunaan :

1. Untuk mencuci alat-alat gelas

2. Dalam pencelupan dan pencapan tekstil

3. Sebagai pengoksidasi dalam lingkungan H2SO4

Cr2O72- + 8 H+ 4Cr 3+ + 3O2-

4. Sebagai bahan standar titrasi yang yodometri (penetapan kenormalan larutan tio)

K2Cr2O7 + 6KI + 14HCl 8KCl + 2CrCl3 + 7H2O + 3I2

2Na2S2O3 2NaI + Na2S4O6

5. Penggunaan kalium dikromat(VI) sebagai agen pengoksidasi pada kimia organik
Larutan Kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer biasa digunakan sebagai agen pengoksidasi
pada kimia organik. Hal ini beralasan karena larutan kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer
merupakan agen pengoksidasi yang kuat disamping memiliki kekuatan yang mampu menjadikan senyawa organik
menjadi terpotong-potong.

Synonyms Potassium bichromate, Potassium pyrochromate

Rumus kimia

Formulasi kimia K2 Cr2 O7

Kode CAS

Kode HS

Nomor EC

Massa molar

Nomor indeks EC

Nomor CAS

Data kimia dan fisika

Kelarutan di dalam air

Titik leleh

Massa molar

Densitas

Bulk density

Angka pH

Titik didih

Cr2 K2 O7

7778-50-9

2841 50 00

231-906-6

294.19 g/mol

024-002-00-6

7778-50-9

130 g/l (20 °C)

398 °C

294.19 g/mol

2.69 g/cm3 (20 °C)

1250 kg/m3

4.0 (10 g/l, H2O)

>500 °C (1013 hPa)

Informasi keselamatan berdasarkan GHS

Hazard Statement(s)

H350: Dapat menyebabkan kanker.

H340: Dapat menyebabkan kerusakan genetis.

Precautionary Statement(s)

H360FD: Dapat merusak kesuburan. Dapat membahayakan janin.

H272: Dapat memperhebat api, pengoksidasi.

H330: Fatal bila terhirup.

H301: Beracun jika tertelan.

H312: Berbahaya jika kena kulit.

H372: Menyebabkan kerusakan organ-organ melalui eksposur yang lama atau
berulang-ulang.

H314: Menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata yang serius.

H334: Dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila
terhirup.

H317: Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

H410: Sangat beracun bagi mahluk dalam air dengan dampak jangka panjang.

P201: Peroleh terlebih dahulu instruksi khusus sebelum menggunakan.

P280: Gunakan sarungtangan pelindung.

P301 + P330 + P331: JIKA TERTELAN: Berkumurlah. JANGAN memancing
muntah.

P305 + P351 + P338: JIKA TERKENA MATA: Bilas secara hati-hati dengan
air selama beberapa menit. Lepas lensa kontak, jika digunakan dan mudah
melakukannya. Lanjutkan membilas.

P304 + P341: JIKA TERHIRUP: Jika sulit bernafas, pindahkan korban ke udara
segar dan baringkan dengan posisi yang nyaman untuk bernafas.

P308 + P313: JIKA terpapar atau dikhawatirkan: Cari pertolongan medis.

Signal Word

WGK

Ba

Kelas penyimpanan

WGK 3 sangat berbahaya untuk air

5.1B Bahan berbahaya yang mengoksidasi

Disposal

22

Peroksida anorganik dan oksidan, seperti juga brom dan iodine dapat diubah
menjadi tidak berbahaya dengan mereduksinya dengan menggunakan larutan
asam natrium thiosulfat (Item No.

106512); Wadah D atau E. Oksidan terlarut secara perlahan dikumpulkan secara terpisah di dalam

wadah E atau I.

Informasi keselamatan kerja

Frase R

Frase S

R 45-46-60-61- 8-21-25-26-34-42/43-48/23-50/53

Dapat menyebabkan kanker.Dapat menyebabkan kerusakan gen yang
diturunkan.Dapat merusak kesuburan.Dapat membahayakan bayi belum
lahir.Dapat menimbulkan kebakaran jika kena bahan yang mudah-terbakar.Juga
berbahaya jika kena kulit.Juga beracun jika tertelan.Juga sangat beracun jika
terhirup.Mengakibatkan luka bakar.Dapat menyebabkan sensitisasi jika terhirup
dan jika kena kulit.Juga beracun : bahaya gangguan serius terhadap kesehatan
jika terdedah lama dengan menghirup.Sangat beracun untuk organisme air,
dapat menyebabkan efek merugikan jangka-panjang dalam lingkungan air.

S 53-45-60-61

Hindari pemaparan - Dapatkan instruksi khusus sebelum digunakan. Dalam
kasus kecelakaan atau jika anda merasa tidak sehat, langsung temui tenaga
medis (tunjukkan label jika memungkinkan). Hindari membuangnya ke
lingkungan. Merujuk instruksi khusus/lembar data keselamatan.

Hindari pemajanan (pemaparan) - dapatkan petunjuk khusus sebelum
menggunakan.Jika terjadikecelakaan atau jika merasa tidak enak badan,
segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika mungkin).Bahan ini
dan/atau wadah harus dibuang sebagai limbah berbahaya.Hindari pelepasan/
tumpah ke lingkungan. Rujuklah petunjuk khusus/lembar data keselamatan.
Jenis-jenis bahaya karsinogenik, mutagenik, toksik pada alat reproduksi,
pengoksidasi, sangat toksik, korosif, dapat meningkatkan kepekaan, berbahaya
bagi lingkungan

Hazard Symbol

Very toxic

Dangerous for the environment

Oxidising

Data toksikologis

LD 50 tertelan

LD 50 melalui kulit

LD50 tikus 25 mg/kg

LD50 tikus 1170 mg/kg

Manfaat

• Kalium kromat (K2CrO4) dan kalium bikromat atau kalium dikromat (K2CrO7) digunakan pada
pembuatan korek api, petasan, bahan celup tekstil dan penyamakan kulit.

2.1.2.

Manfaat Kalium Bikromat adalah untuk penentuan Fe2+, ion klorida dalam jumlah sedang tidak mempengaruhi
titrasi ini. Penggunaan lain merupakan cara umum untuk penentuan oksidator yang diberi larutan baku
Fe2+ berlebih, disusun dengan titrasi kembali kelebihan Fe2+ itu, cara ini digunakan dengan hasil baik untuk
antara lain nitrat, klorat, permanganat, bikromat dan peroksida organik (Harjadi, 1993).

Kristal mutu komersial biasa atau mutu bahan baku dapat dipakai untuk banyak keperluan, perlakuan
sebelumnya hanya mencakup pengeringan pada 105o – 200oC. Bila dikehendaki ketelitian lebih tinggi,
bahan dapat dikristal ulang 2-3 kali dari larutan air biasa dan sudah menjamin dengan hasil mutu tinggi.
Warna Cr2O72- jingga tetapi tidak cukup digunakan sebagai petunjuk titik akhir titrasi. Diperlukan indikator
luar, suatu indikator redoks, yaitu suatu zat yang dapat dioksidasi/direduksi dan warna sebagi akibat reaksi
tersebut. Dengan perkataan lain, bentuk oksidator redoks berbeda warna. Auantuk titrasi Fe 2+ dengan Cr2O72-
dipakai indikator asam difenilamin sulfonat. Perubahan warnanya ialah dari hijau (ion Cr3+) menjadi violetnya
indikator yang teroksidasi (Harjadi, 1993).

Kalium bikromat adalah suatu senyawa yang mempunyai kegunaan luas bagi kehidupan kita sekarang
ini. Contoh dari penggunaaan kalium bikromat yang umum kita jumpai yaitu pada industri penyamakan
kulit, bahan celup untuk lukisan, hiasan pada porselin, percetakan, photolithography, warna print, bahan
untuk petasan, bahan pembuatan korek api, penjernihan minyak kelapa, jalan, spon, dan untuk baterai serta
depolarisator pada sel kering.

Namun dibalik itu semua kalium bikromat juga mempunyai pengaruh negatif terutama bagi internal tubuh
manusia. Pengaruh negatif itu diantaranya yaitu merupakan bahan racun, untuk orang yang bekerja diindustri
dapat menyebabkan nanah, koreng pada tangan, merusak atau menghancurkan selaput lendir dan sekat pada
lubang hidung (Budavari, 1984).

Penggunaan lain dari kalium bikromat antara lain penyamakan pada kulit, bahan celup pada lukisan, hiasan
pada porselin, percetakan, photolithography, warna print, bahan untuk petasan, bahan pembuatan korek
api, penjernihan minyak kelapa, lajan, spon, dan untuk baterai, serta depolarisator pada sel kering (Budavari,
1984).

Manfaat kalium dikromat :
sebagai titran oksidasi
Kalium bikromat merupakan zat pengoksid yang cukup kuat
k alium bikromat adalah zat baku primer dan dapat diperoleh dalamkeadaan murni dengan
penghabluran kembali. Oleh karena itu larutan bakunyadapat dibuat dengan melarutkan langsung
sejumlah tertentu hablur kalium bikromat yang ditimbang seksama.

Manfaat Kalium Bikromat

Penggunaan kalium bikromat sebagai agen pengoksidasi dalam titrasi.
Kalium bikromat seringkali digunakan untuk menentukan konsentrasiion besi ( II ) dalam larutan. Hal
ini dilakukan sebagai alternative penggunaanlarutan kalium permanganat .
Penggunaan kalium bikromat sebagai agen pengoksidasi kimia organik

.Larutan kalium bikromat yang diasamkan dengan asam sulfat encer biasa digunakan sebagai agen
pengoksidasi pada kimia organik. Hal ini beralasan karena larutan kalium bikromat yang diasamkan
dengan asam sulfatencer merupakan agen pengoksidasi yang kuat disamping memiliki kekuatanyang
mampu menjadikan senyawa organik menjadi terpotong – potong.Larutan kalium bikromat yang
diasamkan dengan asam sulfat encer digunakan untuk:

Mengoksidasi alkohol sekunder menjadi keton;

Mengoksidasi alkohol primer menjadi aldehid;

Mengoksidasi alkohol primer menjadi asam karboksilat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar