Sabtu, 16 Maret 2013

Bagaimana cara menghitung produsen makanan hitungan kalori makanan kemasan?

Ditulis oleh Muhammad Ashadi pada 15-03-2010
58810_nutritional informationUntuk menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu anda harus paham pengertian kalori. Kalori adalah satuan yang digunakan untuk mengukur energi. Kalori yang anda lihat di kemasan makanan sebenarnya adalah kilokalori, atau 1.000 kalori. Sebuah Kalori (kkal) adalah jumlah energi yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 derajat selcius dari 1 kilogram air. Kadang-kadang isi energi pangan dinyatakan dalam kilojoule (kj), satuan metrik. Satu kkal sama dengan 4,184 kj. Jadi Kalori pada paket makanan adalah 1.000 kali lebih besar daripada kalori yang digunakan dalam kimia dan fisika.
Metode asli yang digunakan untuk menentukan jumlah kalori dalam makanan yang diberikan secara langsung untuk mengukur energi makanan yang terbentuk. Makanan ditempatkan dalam sebuah wadah tertutup dikelilingi oleh air – sebuah alat yang dikenal sebagai bom kalorimeter. Makanan benar-benar dibakar dan mengakibatkan kenaikan pada suhu air yang akan diukur.
Pelabelan Nutrisi dan Undang-undang Pendidikan 1990 (NLEA / The Nutrition Labeling and Education Act of 1990) sedang menentukan informasi apa yang disajikan pada label makanan. NLEA mensyaratkan bahwa tingkat Kalori dimuat pada kemasan makanan yang dihitung dari komponen makanan. Menurut National Data Lab (NDL), sebagian besar nilai-nilai kalori di USDA dan tabel-tabel industri makanan didasarkan pada estimasi kalori yang tidak langsung dibuat dengan menggunakan system yang kita kenal sebagai system Atwater. Dalam sistem ini, kalori tidak dideterminasi secara langsung dengan membakar makanan. Sebaliknya, total nilai kalori dihitung dengan menambahkan kalori yang disediakan oleh energi yang mengandung zat gizi: protein, karbohidrat, lemak dan alkohol. . Karena karbohidrat mengandung beberapa serat yang tidak dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh, komponen serat biasanya dikurangi dari total karbohidrat sebelum menghitung kalori.
Sistem Atwater menggunakan nilai rata-rata dari 4 Kkal / g untuk protein, 4 Kkal / g untuk karbohidrat, dan 9 Kkal / g untuk lemak. Alkohol dihitung pada 7 Kkal / g. (Angka-angka ini awalnya ditentukan dengan membakar dan kemudian dirata-ratakan.) Jadi energi label pada bar yang berisi 10 g protein, 20 g karbohidrat dan 9 g lemak akan membaca 201 kkal atau Kalori. Pembahasan lengkap tentang subjek ini dan kalori yang terkandung di lebih dari 6.000 makanan dapat ditemukan di Data Lab Nasional di http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcomp/ situs web. Di situs ini anda juga dapat mendownload database makanan untuk komputer genggam. Alat online lain yang memungkinkan pengguna untuk menjumlahkan isi kalori dari beberapa makanan adalah Alat Analisis Nutrisi di http://www.nat.uiuc.edu.

Menggunakan kupang untuk obat awet muda

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 24-03-2010
awet mudaDengan bantuan kupang laut, para ilmuwan di Korea Selatan telah mengembangkan gel yang dapat disuntikkan yang dapat berguna untuk mnemenuhi kerutan.
Hidrogel Asam Hyaluronic (HA) seringkali digunakan sebagai materi biocompatible untuk pengiriman obat dan rekayasa jaringan, namun mereka mempunyai kekuatan mekanis yang lemah dan melakukan degradasi in vivo yang cepat karena mereka menyerap air dan melakukan degradasi enzimatik. Dengan menambahkan  suatu asam amino acid yang diketemukan di kupang, lebih stabil dan hidrogel adhesif telah dibuat oleh Tae Gwan Park dan para koleganya dari Korea Advanced Institute of Science and Technology, Daejeon.
Suatu asam amino yang biasa ada di kupang membuat gel menempel pada jaringan
Park menggunakan asam amino, 3,4-dihydroxyphenylalanine, yang banyak terdapat di lapisan adhesif kupang yang memudahkannya untuk menempel dengan kuat pada berbagai macam permukaan organik dan anorganik. Asam amino membuat gel menempel pada jaringan, jelas Park, yang membuat ini berguna bagi rekayasa jaringan, pengiriman obat dan bahkan untuk memenuhi kerutan. Cairan hidrogel disuntikkan kedalam tubuh dimana sesegera mungkin berbalik ke gel selama perubahan suhu. ‘Formasi gel di tubuh dapat bertindak sebagai pemberhentian sementara bagi pelepasan obat yang mendukung, formasi jaringan atau dapat berperan sebagai lem jaringan,’ kata Park.
Zhiyuan Zhong dari Universitas Soochow, Suzhou, Cina, yang meneliti hidrogel yang dapat disuntikkan dan polimer biodegradable, terkesan dengan temuan Park. ‘Hidrogel tersebut secara elegan memiliki tingkat kemampuan suntikan kombinasi, kestabilan in vivo, kemampuan biodegradability, properti mekanis yang baik, sensitifitas panasdan properti jaringan adhesif yang bagus.’ Dia menambahkan bahwa ‘sesuatu yang dapat disuntikan tersebut, namun hidrogel yang sangat rumit merupakan dasar bagi materi yang dapat diterima dengan baik dan mudah untuk disiapkan.’
Park mengatakan timnya sekarang berencan untuk menggunakan hidrogel adhesif yang dapat disuntikkan ini untuk aplikasi klinis dengan obat terapi dalam bentuk kapsul atau menempelkan sel – sel didalam mereka dan juga bekerja pada pengujian in vivo.
Philippa Ross

Kecambah brokoli memperlambat perkembangan kanker

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 02-04-2010
b9PP00130A-225-FOR-TRIDION_tcm18-173137Jika anda ingin mencegah atau memperlambat perkembangan kanker kulit dengan memakan kecambah brokoli secara reguler dapat membantu sekali, klaim para peneliti di Amerika Serikat.
Jenis kanker yang paling umum pada manusia adalah kanker kulit non-melanoma, yang seringkali disebabkan oleh radiasi sinar  ultra violet (UV). Sedangkan menghindari eksposure terhadap radiasi UV tingkat rendah dan menggunakan tabirb surya adalah cara yang baik untuk menghindari kanker, sekian banyak kerusakan yang telah dilakukan. Namun, mengurangi efek berbahaya dari eksposure sebelumnya mungkin saja sesederhana dengan memakan kecambah brokoli secara reguler, kata Albena Dinkova-Kostova pada John Hopkins University, Baltimore.
Brokoli, lobak, dan seledri air menghasilkan  sulforaphane yang sangat reaktif saat dicerna, dimana dipandang dapat memicu sintesis sel pelindung protein dan melindungi terhadap kanker. Banyak kelompok telah memeriksa efek sulforaphane pada berbagai penyakit kronis seperti epidemiology, dan kanker prostat. Sekarang ini timnya Dinkova-Kostova telah menyelidiki efek anti kanker kulit dari sulforaphane saat dimakan, ketimbang diaplikasikan pada kulitnya.
Konsentrasi yang lebih tinggi dari sulforaphane ditemukan pada tanaman yang lebih muda
Dinkova-Kostova mengesktraksi glucoraphanin – pendahulu sulforaphane – dari kecambah brokoli dan memberi dosis makan sehari-hari pada tikus yang sebelumnya telah diekspose pada radiasi UV dua kali seminggu selama 17 minggu. Jumlah tikus yang menghasilkan beberapa tumor atau lesions berkurang sebesar 25 persen, jumlah tumor berkurang 47 persen dan volume tumor berkurang sebesar  70 persen. Dengan menganalisa urine dari tikus menunjukkan bahwa glucoraphanin telah diubah menjadi bahan aktif sulforaphane.
‘Semakin muda tanamannya, semakin tajam rasanya dikarenakan tingginya konsentrasi sulforaphane,’ komentar Dinkova-Kostova. Brokoli yang dimasak masih mengandung glucoraphanin, namun tidak seperti yang mentah dimana diubah menjadi sulforaphane di perut ketimbang selama dikunyah, dengan efisiensi bervariasi satu orang dengan yang lainnya. Namun begitu, memakan brokoli yang sudah dimasak, atau brokoli dibekukan yang telah dibasuh tidaklah menghasilkan seperti hasil yang positif diperlihatkan pada studi karena glucoraphanin dapat terlarut dalam air, tambah Dinkova-Kostova.
Elizabeth Jeffery, seorang profesor nutrisi dan toksikologi dari University of Illinois, Urbana, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ‘ini merupakan makalah pertama yang menunjukkan bahwa tanpa konversi sebelumnya menjadi sulforaphane, suatu ekstrak yang kaya akan  glucoraphanin memperlambat insiden kanker’. Temuan ini sangat relevan karena kebanyakan orang minum suplemen brokoli yang semuanya mengandung glucoraphanin, dari pada sulforaphane, atau kecambah yang dikeringkan semuanya, tambahnya.
Dinkova- Kostova berharap untuk mengembangkan suatu strategi protektif bagi orang-orang yang beresiko tinggi terkena kanker kulit, pada orang-orang tertentu yang telah mempunyai donasi organ tubuh. Namun sementara itu hal ini mungkin saja sangat menyakitkan bagi anda untuk memakan sayuran hijau.
Aileen Day

Pendeteksian merkuri dalam organ ikan

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 24-04-2010
b922305c-250-FOR-TRIDION_tcm18-173277Merkuri merupakan elemen racun yang dapat membunuh ikan.
Tingkat jejak merkuri organ ikan dapat dideteksi dengan menggunakan penyelidikan dua photon fluorescent yang didesain oleh para ilmuwan Korea.
Merkuri merupakan elemen racun terkenal yang dapat merusak DNA dan mengganggu pusat saraf dan sistem endokrin. Hal ini dilepaskan kedalam lingkungan melakukan aktifitas volkanik, prouksi batu bara dan limbah industri. Ikan yang hidup pada air yang tercemar secara khusus rentan terkena keracunan, sebagaimana merkuri dapat diambil melalui mulut atau kulit dan membusuk dalam organ mereka.
Pendeteksian jumlah jejak ion polutan merkuri sangatlah penting untuk mendeteksi tahapan awal dari kontaminasi jelas Bong Rae Cho pada University of Korea, Seoul. Satu photon merkuri memeriksa yang dapat mendeteksi tingkat racun merkuri pada sampel ikan tersedia namun jaringannya pertama – tama masih diperlakukan dengan asam nitric pada microwave. Pemeriksaan dari Cho menggunakan dua photon pada energi yang lebih rendah dapat mempenetrasi sampel secara mendalam tanpa perlu perlakuan lebih lanjut.
Distribusi merkuri dan akumulasinya di organ dapat dicitrakan dan jejak konsentrasi dapat diperkirakan dengan menggunakan pemeriksaan. ‘Pemeriksaan kami akan mempunyai aplikasi yang bermanfaat dalam mendeteksi ion – ion merkuri hampir pada jaringan makluk hidup apapun, seperti ikan, organ manusia, dan sayuran,’ kata Cho.
Cho menambahkan bahwa hubungan antara isi ion merkuri dan pendistribusiannya pada area beracun yang diberikan oleh pemeriksaan dapat meningkatkan pemahaman mengenai ion merkuri yang berada jaringan tubuh manusia dan kemungkinan membantu menemukan pengobatan.
‘[Pekerjaan ini] secara impresif mengkombinasikan fitur desain pemeriksaan yang asli, pentingnya analitikal dan maha karya instrumentasi untuk menahan permasalahan determinasi ion merkurik pada sel yang hidup, dengan menyadari tingginya tingkat selektifitas dan rendahnya batas deteksi dalam jangka pengukuran yang pendek.’ komentar Knut Rurack, seorang ahli dalam sensor bioanalitikal pada BAM Federal Institute for Materials Research and Testing, Berlin, Jerman.
Tim ini juga mengembangkan dua pemeriksaan photon dalam mendeteksi polusi metal berat lainnya, seperti kadmium dan timah. Seperti pemeriksaan ini mengarah pada suatu cara menuju penyelesian jaringan lingkungan seperti polusi metal berat dan mempunyai potensi yang dapat digunakan dalam aplikasi medis atau digunakan oleh agensi lingkungan di masa mendatang, Cho menyimpulkan.
Emma Shiells